Fisika Dasar M3 Momen Kelembaman - Laporan Pendahuluan dan Laporan Akhir | Edukasi Galery

Sabtu, 26 November 2016

Fisika Dasar M3 Momen Kelembaman - Laporan Pendahuluan dan Laporan Akhir




Laporan Praktikum Fisika Dasar (FisDas)
M3 Momen Kelembaman

            Assalamualaikum w. w selamat datang di blogger saya, kali ini saya akan menshare hasil praktikum fisika dasar tentang Momen Kelembaman, pendahuluan dan hasil laporannya ada dibawah ya para views blog. semoga bermanfaat, semoga bisa mengerjakannya.
            Nama                 : Arief Noor Rizki Kurniawan
            NPM                            : 11416046
            No/ Judul Percobaan :  M3/ Momen Kelembaman
            Tanggal                       : 09 November 2016
            Kelompok                    : 6A
            Teman Kerja                           : Denis Al Malik Aziz
            Assisten                        : Indra



 


I = Ipm + mi2 


 
            Momen inersia adalah hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros atau i = ∑mr2  atau I = K mr2


I = ∑m1.r12=m1.r12+m2.r22+m3.r32+........

 


Jari-jari girasi
Ipm = mk2
       
 










Laporan Akhir M3










                                   
                  
                                                                 







       Sekian laporan tentang momen kelembaman atau M3 dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan hasil laporan yang saya buat kurang lebihnya mohon maaf, diakhiri dengan wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum w.w

untuk membuat calenderMembuat Calender                                                                

 

 

            Mekanika

            3. Momen Kelembaman

 

I.          Tujuan Percobaan

1.      Menemukan Momen Kelembaman (inersia) I benda tegar yang mempunyai bentuk-bentuk tertentu.

2.      Mencari titik pusat massa berbagai bentuk benda.

II.          Peralatan

1.         Statip

2.        Mistar

3.        Benang Tebal

4.        Stopwatch

5.        Beberapa benda tegar

III.          Teori

Benda tegar dengan bentuk sembarang digantungkan pada suatu poros yang tetap di 0 (gambar 1). Jika diberi simpangan kecil kemudian dilepas, akan berayun dengan periode ayunan p.

Jika benda m (gambar 2) digantung pada seutas tali dengan panjang I, diberi simpangan kecil kemudian dilepas. Maka periode ayunan p:

 

 

 

 

 

 

 


Dimana :

I: Jarak dari sumbu putar ke pusat massa

g: percepatan gravitasi ditempat percobaan

            Dari gambar 3 dapat dicari momen inersia terhadap sumbu putar (melalui titik A) tidak melalui Pusat Massa. Tetapi berjarak / dan sejajar dengan sumbu melalui pusat massa yaitu:

 

 

Dimana :

Ipm: Momen Inersia terhadap sumbu putar melalui pusat massa.

 

Teori Tambahan

 

            Momen kelembaman adalah sebutan lain dari momen inersia atau juga momen kedua memiliki suatu SI yaitu kg m2, dan merupakan ukuran ketuhanan objek terhadap perubahan laju. Besaran ini adalah kelembaman sebuah benda berotasi terhadap porosnya.

Dengan :

I = Momen Inersia (kg m2)

M = Massa(Kg)

R = Jarak Kesumbu rotasi (m)

K = Koefisien

 

            Dari rumus diatas terlihat bahwa momen inersia sebanding dengan massa dan kuadrat jarak dari sumbu putarnya. Koefisien K sangat ditemukan oleh bentuk dan sumbu putar benda. Jadi, tidak semua benda memiliki koefisien yang sama.

            Perbedaan nilai antara massa dan momen inersia adalah besar massa suatu benda hanya bergantung pada kandungan zat pada benda tersebut, tetapi momen inersia tidak hanya tergantung pada  jumlah zat tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana zat tersebut terdistribusi pada benda. Momen inersia juga berarti besaran pada gerak rotasi yang analog dengan massa pada gerak tranlasi.

            Momen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut dan beberapa besaran lain. Pembahasan menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sitem yang lebih rumit seperti gerakan giroskopik.

            Lambang I dan kadang-kadang J biasanya digunakan untuk merujuk moment  inersia. Definisi sederhana momen inersia (terhadap sumbu rotasi tertentu) dari sembarang objek, baik massa titik dan atau struktur tiga dimensi.diberikan rumus:

Dengan :

m = massa

r = Jarak Tegak lurus mempunyyai moment inersia

 

            Faktor-faktor yang mempengaruhi momen inersia :

Massa benda

Jarak Letak rotasi

            Sebuah benda terdiri dari partikel-partikel yang tersebar dan tersebar diseluruh bagian benda. Sehingga momen inersia sebuah benda berputar merupakan jumlah dari keseluruhan momen-momen inersia penyusunnya. Jika partikel-partikel tersebut bermassa m1,m2,m3......mn dam masing-masing mempunyai jari-jari r1,r2,r3,......rn maka momen inersia dari benda tersebut adalah:

 

            Teorema sumbu sejajar digunakan untuk menghitung momen inersia siatu konguen yang diputar dengan poros tidak pada pusat massa(pm) atau sembarang tempat. Bila momen inersia sebuah benda terhadap pusat massa (pm) diketahui, momen inersia terhadap sembarang sumbu yang sejajar (pararel) terhadap sumbu pusat massa dapat dihitung dengan:

 

Ipm = I.maZ 

Dengan:

I = Momen inersia terhadap sembarang sumbu

Ipm = Momen inersia terhdap pusat massa

M = Massa total benda

A = Jarak sumbu pusat massa kesumbu parallel

 

             Jadi, momen inersia itu tegantung pada bentuk benda. Artinya, pada ukuran-ukurannya, massanya dan tergantung pada letak sumbu putar (r). Apabila bentuk benda tidak beraturan, maka digunakan besaran lain untuk jarak ke sumbu putar yaitu:

            Jari-jari girasi adalah jarak radial dari sumbu putar ke suatu tempat titik massa benda di konsentrasikam. Sehingga, momen inersia pada benda tersebut:

 


Dengan:

K = Jarak radial dari tiap sumbu putar

m = Massa benda

Ipm = Momen inersia

IV.          Cara Kerja

A.    Mencari letak pusat massa benda tegar

1.      Menggantungkan benda tersebut pada seutas poros

2.      Mengikat benda yang di beri pemberat pada poros tadi, sehingga membentuk garis vertikal

3.      Mengambil dua titik berlainan, dapat diketahui letak pusat massa benda tersebut.

B.     Menghitung momen benda

1.      Mengukur besaran-besaran yang diperlukan

2.      Menggantung benda tegar yang berbentuk tertentu

3.      Memberi simpangan kecil dan melepaskan

4.      Mencatat waktu yang diperlukan untuk dua ayunan

5.      Melakukan pada beberapa titik berlainan.

V.              Tugas pendahuluan

1.    Jelaskan apa yang dimaksud:

a.       Pusat massa sebuah benda

b.      Titik berat sebuah benda

Jawab:

a.       Lonasi rerata dari semua massa yang ada dalam suatu sistem

b.      Lonasi titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing

2.    Pada saat apa titik berat dan titik pusat massa mempunyai harga yang sama?

Jawab:

       Bedanya adalah letak titik pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu terhimpit letak titik beratnya. Titik berat memiliki harga yang sama dengan titik pusat massa jika nilai percepatan gravitasi sama dan arah yang sama disetiap titik pada suatu benda.

3.    Apa yang menyebabkan benda pada gambar 1 dapat berosilasi?

Jawab:

       Yang menyebabkan adalah karena, benda itu diberi jarak simpangan kecil dan dilepas. Sehingga akan berosilasi dengan periode ayunan “p” dan pusat berat akan mempercepat arah keatas dan terus berulang-ulang dengan sendirinya maka disebut mutasi.

4.    Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh suatu benda supaya benda tersebut berada dalam keadaan setimbang?

Jawab:

a)      Resultan gaya Nol (0)

b)      EF = 0 yang mencakup EFX = 0 dan EFY = 0

c)      Resultan torsinya nol (0)

d)      ET = 0

5.    Apa yang dimaksud dengan kelembaman suatu benda? Dan apa bedanya dengan momen kelembaman?

Jawab:

       Kelembaman suatu benda adalah kecenderungan semua benda untuk menolak perubahan terhadap gerak-gerakanya.

       Sedangkan momen kelembaman itu sendiri adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya.

       

                                                          Laporan Akhir M3 Momen Kelembaman

8 komentar:

  1. Terimakasih...
    Sangat membantu.
    Tpi ada yg mau sya tanyakan, itu gravitasinya knpa jdi 1000 ya bukan 10?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karna di lembar data cm , jd gravitasi diubah jd cm jg. Jd 10m/s = 1000 cm/s

      Hapus
    2. Kalau boleh share ya kakak2 semoga bermanfaat artikelnya dan mohon bantuannya juga buat target di blog saya noh kak. Terimakasih, senang kakak sudah berkunjung di blog saya. Yang mungkin hanya blog sederhana bahkan tidak berguna, semoga kedepannya juga bisa sharing2 yang berfaedah lagi.😊

      Hapus
  2. Sekarang Lab Fisikanya tambah jadi 8 soal, 2 tahun lagi gimana ya...

    BalasHapus

Selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat .

Contact

Want To Talk To Me

ARAN Galery Site is a place to seek knowledge, to share experiences and share experiences in the world of blogger and vlogger. Yaps, don't hesitate and don't hesitate to ask me. Please contact me if you have any questions.

Alamat:

Dusun Puhun Rt003/003, Desa Sindangagung, Kec. Sindangagung, Kab. Kuningan, Jawa Barat 45573

Jam Kerja:

Senin-Minggu 09.00-21.00

Whatsapp:

o87739767256

Instagram:

@aif_noorizki

Youtube:

ARAN FAMILYS Channel

E-Mail:

ariefnoorrizkik3@gmail.com atau annanurjanah13@gmail.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.