Mengenal Istilah Subsunk dalam Pencarian KRI Nanggala 402 dan Panglima TNI: 53 Personel KRI Nanggala-402 Telah Gugur dan Akan Dinaikan Pangkat | Edukasi Galery

Minggu, 25 April 2021

Mengenal Istilah Subsunk dalam Pencarian KRI Nanggala 402 dan Panglima TNI: 53 Personel KRI Nanggala-402 Telah Gugur dan Akan Dinaikan Pangkat

 Mengenal Istilah Subsunk dalam Pencarian KRI Nanggala 402 dan Panglima TNI: 53 Personel KRI Nanggala-402 Telah Gugur

1). Mengenal Istilah Subsunk dalam Pencarian KRI Nanggala 402

     Minggu, 25/04/2021 21:18 WIB, Di edit oleh Arief


        
KRI Nanggala 402. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Jakarta, CNN Indonesia -- 
        Peningkatan status itu membuat TNI menyiapkan evakuasi. Sehingga jika ditemukan anak buah kapal yang selamat bisa langsung dievakuasi.
        ISMERLO merupakan organisasi yang berada di bawah North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang siap membantu mengkoordinasikan bantuan pencarian kapal selam yang hilang di seluruh dunia. ISMERLO selanjutnya akan mengirimkan sinyal darurat kepada negara-negara terdekat agar mengirimkan pelbagai bantuan untuk menyelamatkan kapal selam yang hilang.

        Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono secara resmi telah menaikkan status hilangnya KRI Nanggala 402 dari fase submiss menuju fase subsunk. Dua istilah itu asing diketahui masyarakat awam. Peningkatan status ini diputuskan usai TNI bersama beberapa pihak menemukan beberapa bukti otentik serpihan barang KRI Nanggala, salah satunya, berbentuk tabung torpedo.

"Dengan demikian dengan adanya bukti otentik diyakini milik Nanggala itu, sehingga saat ini kami isyaratkan untuk menaikkan status dari submiss menuju fase subsunk, " kata Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono dalam konferensi pers, Sabtu (24/4) sore.

        Pengamat militer Beni Sukandis menjelaskan bahwa istilah fase submiss hingga subsunk merupakan istilah yang digunakan oleh TNI AL. Istilah tersebut muncul khususnya berkaitan bila terjadi suatu insiden terhadap kapal selam.

        Ia menjelaskan fase submiss dideklarasikan ketika sebuah kapal selam sudah dipastikan hilang kontak namun diyakini belum tenggelam. Fase ini, kata Beni, terjadi ketika komunikasi di kapal selam sudah terputus sama sekali.

        "Intinya fase kapal selam hilang di dalam laut, enggak ada komunikasi kontak atau lost contact tapi belum dipastikan itu tenggelam. Hilang kontak atau hilang komunikasi, itu submiss. Tidak ada komunikasi sama sekali dan tak diketahui keberadaan," kata Beni kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/4).

        Pada fase submiss, Beni mengatakan TNI dipastikan akan melakukan pencarian secara besar-besaran. Ia merinci ada dua cara yang bisa digunakan TNI dalam melakukan pencarian kapal selam.

        Pertama, dengan mengerahkan pelbagai alutsista dan teknologi yang dimiliki oleh TNI maupun pihak lain di dalam negeri. Biasanya, alutsista dan teknologi dari dalam negeri yang dikerahkan berupa teknologi yang bisa mendeteksi seperti satelit atau berbentuk sonar.

        "Baik penggunaan sinar atau teknologi yang lain karena ini di laut. Atau pakai satelit atau sonar. Bisa mencari logam yg bisa mantul kembali. Walaupun tak bisa diketahui secara pasti. Karena wilayah di sana sangat dalam," kata dia.

        Cara kedua, kata Beni, TNI bisa berkoordinasi dan melaporkan kehilangan kapal selam tersebut ke negara-negara lain untuk membantu pencarian. Salah satunya, kata dia, melalui International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO).


        Kronologi Deteksi Gerakan Bawah Laut di Lokasi KRI Nanggala

       "Memang begitu, bila hilang kontak, dan kita enggak punya kapasitas lakukan penyelamatan secara cepat ya tentu kita deklarasi ke ISMERLO. TNI kan biasa kerja sama militer. Itu biasa," kata Budi.

        "Kan sekarang ada juga kapal penyelamat yang lain dari Singapura datang, pesawat pengintai ada datang dari AS, nah itu bisa lakukan deteksi lewat teknologi-teknologi yang negara-negara lain miliki," tambah Beni.

2). Fase Terakhir Subsunk, Ketika KRI Nanggala 402 Tenggelam

        

Kapal-kapal yang dikerahkan mencari KRI Nanggala di perairan Bali. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)
    Kapal-kapal yang dikerahkan mencari KRI Nanggala di perairan Bali. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)

       Selanjutnya, Beni menjelaskan deklarasi Subsunk merupakan tahap terakhir dalam fase pencarian insiden kapal selam. Beni mengatakan fase ini akan dideklarasikan TNI apabila telah ditemukan pelbagai bukti-bukti yang menguatkan kapal selam telah tenggelam. "Deklarasi bila itu kapal tenggelam aja. Tenggelam itu ditandai dengan ditemukan bukti-bukti kuat dari kapal selam yang hilang tersebut," kata Beni.

      Beni lantas mencontohkan bahwa TNI sendiri sudah menemukan pelbagai bukti-bukti sehingga kapal selam KRI Nanggala dinyatakan tenggelam. Beberapa bukti-bukti tersebut di antaranya tumpahan minyak dan oli, serpihan pelurus tabung torpedo dan pembungkus pipa pendingin dengan tulisan Korea; pelumas periskop kapal selam; serta alas salat ABK KRI Nanggala. Beni menduga bahwa KRI Nanggala tenggelam dalam kondisi badan kapal yang retak. Terlebih lagi, KRI Nanggala diperkirakan berada di bawah 850 meter dari permukaan laut.

    "Kapal selam itu kan bisa beroperasi maksimal 300 meter. Nah di bawah itu ada tekanan. Di bawah tekanan itu kapal selam bisa kaya kerupuk itu. Sehingga alami retakan. Sehingga dimungkinkan air masuk. Dan flooding di palka-palkanya karena retak. Tapi kita enggak tahu. Sepertinya sangat besar [retakannya] dan mengeluarkan bukti-bukti tadi," kata Beni.

    Pada fase subsunk, Beni mengatakan badan kapal selam KRI Nanggala kemungkinan masih bisa ditemukan. Terlebih, negara-negara lain telah bergerak untuk membantu pencarian KRI Nanggala. Meski demikian, Beni enggan untuk berspekulasi terkait keselamatan para awak KRI Nanggala saat dalam kondisi subsunk. Ia berharap para awak masih bisa bertahan dalam kondisi tersebut.

    "Kalau soal awak selamat kita belum bisa memastikan ya. Itu berdasarkan kondisi. Apabila faktor pendukung keselamatan atau oksigen dan lain-lain bisa ada atau tersedia. Kalau pendukung oksigen habis ya kita enggak tahu ya," kata Beni.

(rzr/wis)



Panglima TNI: 53 Personel KRI Nanggala-402 Telah Gugur, Nama 53 Awak KRI Nanggala-402 yang Gugur dan Akan Diberi Kenaikan Pangkat

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 19:14 WIB


https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/04/kapal-selam-nanggala-prajurit-750x375.jpg

Jakarta - 

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur dan akan diberi kenaikan pangkat secara berjenjang. Berikut ini daftar 53 awak kapal KRI Nanggala.

"Kita akan memberikan suatu penghargaan kepada para prajurit Hiu Kencana Nanggala 402 dan itu akan kami ajukan secara berjenjang kepada bapak Presiden yaitu berupa kenaikan pangkat, dan segera akan kita proses," kata Hadi, dalam konferensi pers, di Bali, Minggu (25/4/2021).

      Marsekal Hadi menyampaikan sejumlah bukti-bukti KRI Nanggala 402 telah tenggelam. Hadi menyatakan turut berduka atas gugurnya awak kapal KRI Nanggala serta menyampaikan duka kepada keluarga korban. "Oleh karena itu dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala 402 telah gugur," ujarnya.

    Hadi berharap para keluarga korban dapat diberi keikhlasan dan kesabaran terhadap musibah ini. Prajurit terbaik Hiu Kencana, kata Hadi, telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali.


Berikut Daftar 53 Awak Kapal KRI Nanggala-402:

1. Letkol laut (P) Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala-402.
2. Mayor Laut (P) Eko Firmanto.
3. Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro.
4. Kapten Laut (E) Yohanes Heri.
5. Kapten Laut (P) I Gede Kartika.
6. Lettu Laut (P) Muhadi.
7. Lettu Laut (P) Ady Sonata.
8. Lettu Laut (P) Imam Adi.
9. Lettu Laut (T) Anang Sutriatno.
10. Letda Laut (E) Adhi Laksmono.
11. Letda Laut (P) Munawir.
12. Letda Laut (T) Rhesa Tri.
13. Letda Laut (T) Rintoni
14. Letda Laut (P) M Susanto
15. Serka Bah Ruswanto
16. Sertu Bah Yoto Eki Setiawan
17. Sertu Ttu Ardi Ardiansyah
18. Sertu Kom Achmad Faisal
19. Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
20. Sertu Eko M Rusdiyansyah
21. Sertu Eki Ryan Yogie Pratama
22. Sertu Mes Dedi Hari Susilo
23. Serda Bah Bambang Priyanto
24. Serda Kom Purwanto
25. Serda Kom Eko Prasetiyo.
26. Serda Ttu Harmanto
27. Serda Ttu Lutfi Anang.
28. Serda Atf Dwi Nugroho.
29. Serda Ede Pandu Yudha Kusuma.
30. Serda Eta Misnari

31. Serda Saa Setyo Wawan.
32. Serda Lis Hendro Purwoto
33. Serda Mes Guntur Ari Prasetyo.
34. Serda Lis Diyut Subandriyo.
35. Serda Lis Wawan Hermanto
36. Serda Lis Syahwi Mapala.
37. Serda Lis Wahyu Adiyas.
38. Serda Lis Edi Wibowo.
39. Kopda Eta Kharisma D.B.
40. Kopda Tlg Nugroho Putranto.

41. Kopda Mes Khoirul Faizin.
42. Kopda Trb Maryono
43. Klk Eta Roni Effendi
44. KLK Eta Distriyan Andy P
45. KLS Isy Raditaka Margiansyah.
46. KLS Isy Gunadi Fajar R.
47. KLS Nav Denny Richi Sambudi.
48. KLS Mes Muh. Faqihudin Munir.
49. KLS Nav Edy Siswanto.
50. Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK).
51. Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK).
52. Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK).
53. Suheri -PNS (Non ABK).

(yld/imk)


Mengulas KRI Nanggala 402 Yang Sudah Diuji DI Korea 2012, Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan KRI Nanggala-402 masih sangat layak beroperasi.

    Demikian kata Teguh Muttaqi, Perekayasa pada Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT yang pernah mengambil program doktor bidang kapal selam di Korea Selatan.

“Kapal itu sudah di-refurbish [diperbarui] pada 2012,” ungkap Teguh, Sabtu  (24/4/2021).

    Teguh menuturkan sistem dan teknologi di KRI Nanggala diperbarui di Korea Selatan. Prosesnya menuntut bagian lambung kapal selam yang bertekanan (ballast) dilepas dan kemudian dipasang kembali. Pada proses pemasangan kembali itu mungkin tak menghasilkan kondisi yang sama seperti saat kapal selam itu baru datang dari Jerman pada 1981. Teguh meyakini kondisi KRI Nanggala tetap layak. Alasannya, semua sistem telah diperbarui.

“Selain itu, sebelum diserah-terimakan kapal juga telah diuji coba penyesuaian komponen untuk beradaptasi saat dioperasikan,” katanya dikutip dari Bisnis.

    Uji coba dengan cara KRI Nanggala direndam di laut dengan kondisi normal 200-300 meter. Adapun daya selam pada mode tempur KRI Nanggala mencapai 2,5 kali kedalaman batas normal. Artinya, KRI Nanggala-402 bisa menyelam hingga kedalaman 500-600 meter. Teguh menilai sangat kecil potensi kerusakan. Apalagi, dia menambahkan, nakhoda kapal selam memiliki spesifikasi orang yang taat prosedur.

“Kalau saya lihat sebenarnya human error sangat kecil yang bisa menyebabkan kapal itu tenggelam. Sampai sekarang saya juga masih bertanya-tanya,” katanya.

    Berbeda halnya dengan potensi kegagalan operasi. Teguh menyebut saat pendistribusian arus listrik di kapal. Dia menerangkan awal pengoperasian kapal tersebut digerakkan menggunakan genset yang memiliki arus listrik searah (DC) yang harus diubah menjadi arus bolak balik (AC).

“Kegagalan pengubahan distribusi aliran listrik ini bisa terjadi meski kemungkinannya juga kecil,” tandasnya.


sumber referensi artikel:

1). Dikutip Dari CNNIndonesia Mengenal Istilah Subsank Dalam Pencarian KRI Nanggala 402

2). Dikutip Dari detik.com 53 Awak Nanggala Gugur Akan Dinaikan Pangkat

3). Dikutip Dari Aspek.id KRI NAnggala Sudah diuji Di Korea 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat .

Contact

Want To Talk To Me

ARAN Galery Site is a place to seek knowledge, to share experiences and share experiences in the world of blogger and vlogger. Yaps, don't hesitate and don't hesitate to ask me. Please contact me if you have any questions.

Alamat:

Dusun Puhun Rt003/003, Desa Sindangagung, Kec. Sindangagung, Kab. Kuningan, Jawa Barat 45573

Jam Kerja:

Senin-Minggu 09.00-21.00

Whatsapp:

o87739767256

Instagram:

@aif_noorizki

Youtube:

ARAN FAMILYS Channel

E-Mail:

ariefnoorrizkik3@gmail.com atau annanurjanah13@gmail.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.