Laporan Praktikum Fisika Dasar (FisDas)
M3 Momen Kelembaman
Assalamualaikum w. w selamat datang di blogger saya, kali ini saya akan menshare hasil praktikum fisika dasar tentang Momen Kelembaman, pendahuluan dan hasil laporannya ada dibawah ya para views blog. semoga bermanfaat, semoga bisa mengerjakannya.
Nama : Arief Noor Rizki Kurniawan
NPM : 11416046
No/ Judul Percobaan : M3/ Momen Kelembaman
Tanggal : 09 November 2016
Kelompok : 6A
Teman Kerja : Denis Al Malik Aziz
Assisten : Indra


Momen inersia adalah hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros atau i = ∑mr2 atau I = K mr2
I = ∑m1.r12=m1.r12+m2.r22+m3.r32+........ |
Jari-jari girasi
Ipm = mk2
Laporan Akhir M3

![]() |






Sekian laporan tentang momen kelembaman atau M3 dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan hasil laporan yang saya buat kurang lebihnya mohon maaf, diakhiri dengan wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum w.w
untuk membuat calenderMembuat Calender
Mekanika
3. Momen Kelembaman
I. Tujuan Percobaan
1. Menemukan Momen Kelembaman (inersia) I benda tegar yang mempunyai bentuk-bentuk tertentu.
2. Mencari titik pusat massa berbagai bentuk benda.
II. Peralatan
1. Statip
2. Mistar
3. Benang Tebal
4. Stopwatch
5. Beberapa benda tegar
III. Teori
Benda tegar dengan bentuk sembarang digantungkan pada suatu poros yang tetap di 0 (gambar 1). Jika diberi simpangan kecil kemudian dilepas, akan berayun dengan periode ayunan p.
Jika benda m (gambar 2) digantung pada seutas tali dengan panjang I, diberi simpangan kecil kemudian dilepas. Maka periode ayunan p:
Dimana :
I: Jarak dari sumbu putar ke pusat massa
g: percepatan gravitasi ditempat percobaan
Dari gambar 3 dapat dicari momen inersia terhadap sumbu putar (melalui titik A) tidak melalui Pusat Massa. Tetapi berjarak / dan sejajar dengan sumbu melalui pusat massa yaitu:
Dimana :
Ipm: Momen Inersia terhadap sumbu putar melalui pusat massa.
Teori Tambahan
Momen kelembaman adalah sebutan lain dari momen inersia atau juga momen kedua memiliki suatu SI yaitu kg m2, dan merupakan ukuran ketuhanan objek terhadap perubahan laju. Besaran ini adalah kelembaman sebuah benda berotasi terhadap porosnya.
Dengan :
I = Momen Inersia (kg m2)
M = Massa(Kg)
R = Jarak Kesumbu rotasi (m)
K = Koefisien
Dari rumus diatas terlihat bahwa momen inersia sebanding dengan massa dan kuadrat jarak dari sumbu putarnya. Koefisien K sangat ditemukan oleh bentuk dan sumbu putar benda. Jadi, tidak semua benda memiliki koefisien yang sama.
Perbedaan nilai antara massa dan momen inersia adalah besar massa suatu benda hanya bergantung pada kandungan zat pada benda tersebut, tetapi momen inersia tidak hanya tergantung pada jumlah zat tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana zat tersebut terdistribusi pada benda. Momen inersia juga berarti besaran pada gerak rotasi yang analog dengan massa pada gerak tranlasi.
Momen inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar dan menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut dan beberapa besaran lain. Pembahasan menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sitem yang lebih rumit seperti gerakan giroskopik.
Lambang I dan kadang-kadang J biasanya digunakan untuk merujuk moment inersia. Definisi sederhana momen inersia (terhadap sumbu rotasi tertentu) dari sembarang objek, baik massa titik dan atau struktur tiga dimensi.diberikan rumus:
Dengan :
m = massa
r = Jarak Tegak lurus mempunyyai moment inersia
Faktor-faktor yang mempengaruhi momen inersia :
Massa benda
Jarak Letak rotasi
Sebuah benda terdiri dari partikel-partikel yang tersebar dan tersebar diseluruh bagian benda. Sehingga momen inersia sebuah benda berputar merupakan jumlah dari keseluruhan momen-momen inersia penyusunnya. Jika partikel-partikel tersebut bermassa m1,m2,m3......mn dam masing-masing mempunyai jari-jari r1,r2,r3,......rn maka momen inersia dari benda tersebut adalah:
Teorema sumbu sejajar digunakan untuk menghitung momen inersia siatu konguen yang diputar dengan poros tidak pada pusat massa(pm) atau sembarang tempat. Bila momen inersia sebuah benda terhadap pusat massa (pm) diketahui, momen inersia terhadap sembarang sumbu yang sejajar (pararel) terhadap sumbu pusat massa dapat dihitung dengan:
Ipm = I.maZ
Dengan:
I = Momen inersia terhadap sembarang sumbu
Ipm = Momen inersia terhdap pusat massa
M = Massa total benda
A = Jarak sumbu pusat massa kesumbu parallel
Jadi, momen inersia itu tegantung pada bentuk benda. Artinya, pada ukuran-ukurannya, massanya dan tergantung pada letak sumbu putar (r). Apabila bentuk benda tidak beraturan, maka digunakan besaran lain untuk jarak ke sumbu putar yaitu:
Jari-jari girasi adalah jarak radial dari sumbu putar ke suatu tempat titik massa benda di konsentrasikam. Sehingga, momen inersia pada benda tersebut:
Dengan:
K = Jarak radial dari tiap sumbu putar
m = Massa benda
Ipm = Momen inersia
IV. Cara Kerja
A. Mencari letak pusat massa benda tegar
1. Menggantungkan benda tersebut pada seutas poros
2. Mengikat benda yang di beri pemberat pada poros tadi, sehingga membentuk garis vertikal
3. Mengambil dua titik berlainan, dapat diketahui letak pusat massa benda tersebut.
B. Menghitung momen benda
1. Mengukur besaran-besaran yang diperlukan
2. Menggantung benda tegar yang berbentuk tertentu
3. Memberi simpangan kecil dan melepaskan
4. Mencatat waktu yang diperlukan untuk dua ayunan
5. Melakukan pada beberapa titik berlainan.
V. Tugas pendahuluan
1. Jelaskan apa yang dimaksud:
a. Pusat massa sebuah benda
b. Titik berat sebuah benda
Jawab:
a. Lonasi rerata dari semua massa yang ada dalam suatu sistem
b. Lonasi titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing
2. Pada saat apa titik berat dan titik pusat massa mempunyai harga yang sama?
Jawab:
Bedanya adalah letak titik pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu terhimpit letak titik beratnya. Titik berat memiliki harga yang sama dengan titik pusat massa jika nilai percepatan gravitasi sama dan arah yang sama disetiap titik pada suatu benda.
3. Apa yang menyebabkan benda pada gambar 1 dapat berosilasi?
Jawab:
Yang menyebabkan adalah karena, benda itu diberi jarak simpangan kecil dan dilepas. Sehingga akan berosilasi dengan periode ayunan “p” dan pusat berat akan mempercepat arah keatas dan terus berulang-ulang dengan sendirinya maka disebut mutasi.
4. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh suatu benda supaya benda tersebut berada dalam keadaan setimbang?
Jawab:
a) Resultan gaya Nol (0)
b) EF = 0 yang mencakup EFX = 0 dan EFY = 0
c) Resultan torsinya nol (0)
d) ET = 0
5. Apa yang dimaksud dengan kelembaman suatu benda? Dan apa bedanya dengan momen kelembaman?
Jawab:
Kelembaman suatu benda adalah kecenderungan semua benda untuk menolak perubahan terhadap gerak-gerakanya.
Sedangkan momen kelembaman itu sendiri adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi terhadap porosnya.
Laporan Akhir M3 Momen Kelembaman


Terimakasih...
BalasHapusSangat membantu.
Tpi ada yg mau sya tanyakan, itu gravitasinya knpa jdi 1000 ya bukan 10?
Karna di lembar data cm , jd gravitasi diubah jd cm jg. Jd 10m/s = 1000 cm/s
HapusTerimakasih sudah membantu ya
HapusKalau boleh share ya kakak2 semoga bermanfaat artikelnya dan mohon bantuannya juga buat target di blog saya noh kak. Terimakasih, senang kakak sudah berkunjung di blog saya. Yang mungkin hanya blog sederhana bahkan tidak berguna, semoga kedepannya juga bisa sharing2 yang berfaedah lagi.😊
HapusYang mana mbak?
BalasHapusSekarang Lab Fisikanya tambah jadi 8 soal, 2 tahun lagi gimana ya...
BalasHapusMaksudnya modul M3 ini.
Hapus8 soal gimna?
Hapus